MENAKAR KADAR PLAGIASI DALAM SEBUAH TULISAN
Berdasarkan pengalaman menulis, membaca tugas-tugas mahasiswa, dan kini sedang menilai 28 karya ilmiah, ada sedikit yang perlu kusumbangkan buat rekan-rekan. Secara intuitif, kita bisa menaksir apakah isi tulisan, data, dan uraian dalam sebuah tulisan merupakan ide orisinal dari penulis atau sekedar plagiat. Informasi-informasi yang sifatnya hasil riset atau data yang mungkin diperoleh dari hasil laboratorium sudah pasti bukan milik si penulis. Jika tanpa disebutkan sumber, itu sudah jelas merupakan plagiat. Bisa juga dilihat dari uraian atau kalimat-kalimatnya yang terlalu bagus, tidak konsisten dengan mutu kalimat-kalimat lainnya. Ciri lainnya, alur cerita menjadi tidak nyambung. Kadang melompat-lombat atau terpatah-patah. Dari sisi pilihan kata, juga dapat dirasakan. Setiap orang memiliki kosa-kosa kata yang disukai. Jika pilihan kosa kata dalam tulisan bersifat ajeg (sporadis) ada kemungkinan, kalimat atau paragraph tersebut milik orang lain. Celakanya, plagiasi dalam sebuah tulisan seringkali bersifat mentah-mentah (100%) mengambil dari kalimat orang atau dari internet. Bapak/Ibu jangan terkecoh dengan uraian yang bagus. Tulisan yang terlalu bagus juga menjadi indikasi plagiasi. Orang banyak menganggap bahwa tulisan itu hanya sekedar caplok sana caplok sini. Kemudain digabung-gabung. Padahal, di dalamnya, penulis sebenarnya tidak memiliki kontribusi. Bagi kita yang mulai belajar, teknik seperti ini sangat merugikan diri sendiri. Menipu orang lain sekaligus menipu diri sendiri. Usahakan sedapat mungkin ide sendiri, kalimat sendiri, meskipun diperkuat dengan argumen-argumen orang lain. Biarlah kalimatnya gak karuan. Jelek-jelek toh milik sendiri. Itu lebih bermanfaat bagi proses pembelajaran. Semoga bermanfaat.
Rabu, 23 April 2008
Selasa, 22 April 2008
BEDAH BUKU III
Pagi kemarin Jam 10, acara bedah buku tentang peta fikiran (mind map) yang dibawakan oleh ibu Lis Zulfiati. Materi tersebut mengajari kita menuangkan buah fikiran dalam bentuk gambar atau grafik. Gambar tersebut bercabang-cabang yang mewakili imajinasi terhadap suatu permasalahan. Imajinasi kita dapat dikembangkan dengan luas, tanpa batas, sporadis dan bahkan melocat-loncat tentang sesuatu masalah. Orang-orang yang kreatif dalam berfikir, imajinasinya mungkin berkembang tanpa terbendung dan tidak cukup kata-kata untuk melukiskannya. Mind map bentuknya bisa berkembang menyerupai gurita raksasa, tergantung imajinasi pembuatnya. Luar biasa. Bagi saya sangat menarik. Tampaknya sangat membantu kita untuk membuat tulisan (essay). Setiap cabang iamjinasi, bisa memunculkan satu artikel. Kalau banyak cabang, berarti banyak artikel. Artikel-artikel tersebut, bisa jadi berkembang menjadi bab-bab dalam buku. Lima belas cabang sudut pandang dari satu masalah sudah bisa menjadi satu buku (15 bab). Kayaknya menulis buku menjadi lebih mudah dengan konsep maind map. Pantasan aja, penulis buku tersebut Tony Buzan sudah menulis lebih dari 100 buah buku.Tapi heran yaa …., topik yang se-manarik itu, hanya menarik minat bagi 17 orang dosen STEI. Terima kasih bu Lis. Dalam waktu singkat peserta sudah menyerap isi sebuah buku. Daripada baca sendiri, beli sendiri dan capek sendiri, mendingan datang ke acara bedah buku (2 kali sebulan).
Giliran berikutnya, bapak Harris Hidayat. Tunggu saja undangan panitia.
Giliran berikutnya, bapak Harris Hidayat. Tunggu saja undangan panitia.
Link and Match di Hasselt University, Belgium
Di School of Information Technology Hasselt University, Belgium, terdapat 3 international program: Master in Applied Statistics, Biostatistics dan yang baru dibuka Bioinformatics. Untuk thesis terbagi menjadi 2 bagian, group project dan individual project. Group project diberikan oleh dosen langsung. Sedangkan untuk individual project kita boleh menentukan sendiri atau kita memilih dari beberapa topic yang tersedia. Bagi student yang memilih opsi kedua, pada pertengahan tahun akademik diadakan acara seperti fair/pameran mengenai topik topik yang tersedia.
Topik-topik tersebut banyak yang berasal dari perusahaan-perusahaan besar seperti Johnson & Johnson, Bristol Mayers, dari lembaga international seperti WHO, lembaga-lembaga riset, universitas atau dari individu. Student datang ke setiap stand dimana para professor atau perwakilan dari perusahaan, organisasi riset memberi penjelasan tentang project yg ditawarkan. Student pun dapat memilih sesuai dengan spesialisasi dan keinginan mereka. Project-project tersebut merupakan project “betulan” sehingga student terjun langsung menghadapai data riil dan belajar berinteraksi dengan supervisor atau rekan riset yang berasal dari background selain statistics. Sehingga kita diharapkan untuk bisa menjelaskan hasil analisa statistik yang disesuaikan dengan project yang sedang dilakukan.
Hasil proses ini selain student juga mendapatkan pengalaman dalam menganalisa data riil serta dapat memberi argument yang kuat tentang analisisnya, tak sedikit student yang langsung direkut sebagai pekerja atau PhD student oleh perusahaan atau lembaga riset tempat dimana mereka melakukan projectnya.
Ini sebuah proses link and match yang mungkin bisa ditiru oleh universitas- universitas di Indonesia.
Untuk STEI, mungkin bisa dijalin kerjasama dengan para alumni STEI yang telah sukses, sehingga bisa memberikan kesempatan buat adik2 kelasnya untuk berpartisipasi di perusahaannya, atau mungkin para dosen STEI yang juga punya relasi bagus dengan pihak luar bisa melibatkan mahasiswanya dalam sebuah project atau riset. Ada usulan lainnya?
Minggu, 13 April 2008
Laptop Murah dan Mungil Buat Dosen
Buat teman-teman dosen yang rajin berpresentasi menggunakan computer dan lcd projector, ini ada info menarik terkait dengan produk pendukung presentasi kita tersebut. Awal tahun ini [sekitar januari] Asus telah me-launching laptop murah dan mini yang diberi nama EEE PC 4G Asus, berspesifikasi standart [sekedar untuk Microsoft Office dan mutar lagu dan film okelah!] dan Zyrex pada pertengahan maret lalu melaunching UBUD 311 Zyrex untuk menyaingi EEE PC 4G tersebut. Sayangnya kedua laptop tersebut tidak menyediakan CD-ROM player untuk keperluan backup dan sekedar memutar lagu.

EEE PC 4G memiliki spesifikasi : Celeron-M ULV 353, 512MB DDR2, 4GB HDD, NIC, WiFi, Camera, VGA Intel GMA900 64MB (shared), 7" WVGA, Non OS, Harga : Rp. 4.770.000,- , sedangkan UBUD 311 Zyrex memiliki spesifikasi : VIA C7-M, 1GB DDR2, 30GB HDD, NIC, WiFi, VGA VX700, Camera, 7" WVGA, Win Vista Starter, Harga : Rp. 4.995.000,-. Kelebihan keduanya adalah bentuknya yang mungil, ringan, dan cukup murah untuk ukuran laptop seperti itu [biasanya laptop ukuran 10”-12” berharga sekitar 10 juta keatas].

Namun dari spesifikasinya UBUD 311 Zyrex lebih unggul di hardisknya yang permanent dan besar, juga ramnya lebih besar. Tapi dari segi model lebih manis EEE PC Asus (tapi tergantung selera). Untuk OSnya keduanya support Windows XP. Sebetulnya Asus mengeluarkan EEE PC ditargetkan untuk pelajar menyaingi program One Laptop Per Child dari Intel dan Nicholas Negroponte. Namun diluar dugaan ternyata banyak pula kalangan eksekutif melirik karena murah dan sangat mudah dibawa kemana2 sehingga cocok untuk kepentingan dokumentasi administrative standart dan presentasi dengan powerpoint.
Jika para dosen berminat produk sudah bias dibeli ditoko2 komputer, untuk EEE PC 4G Asus produknya sudah ready stock, namun untuk UBUD 311 Zyrex kayaknya masih harus indent dulu.

EEE PC 4G memiliki spesifikasi : Celeron-M ULV 353, 512MB DDR2, 4GB HDD, NIC, WiFi, Camera, VGA Intel GMA900 64MB (shared), 7" WVGA, Non OS, Harga : Rp. 4.770.000,- , sedangkan UBUD 311 Zyrex memiliki spesifikasi : VIA C7-M, 1GB DDR2, 30GB HDD, NIC, WiFi, VGA VX700, Camera, 7" WVGA, Win Vista Starter, Harga : Rp. 4.995.000,-. Kelebihan keduanya adalah bentuknya yang mungil, ringan, dan cukup murah untuk ukuran laptop seperti itu [biasanya laptop ukuran 10”-12” berharga sekitar 10 juta keatas].

Namun dari spesifikasinya UBUD 311 Zyrex lebih unggul di hardisknya yang permanent dan besar, juga ramnya lebih besar. Tapi dari segi model lebih manis EEE PC Asus (tapi tergantung selera). Untuk OSnya keduanya support Windows XP. Sebetulnya Asus mengeluarkan EEE PC ditargetkan untuk pelajar menyaingi program One Laptop Per Child dari Intel dan Nicholas Negroponte. Namun diluar dugaan ternyata banyak pula kalangan eksekutif melirik karena murah dan sangat mudah dibawa kemana2 sehingga cocok untuk kepentingan dokumentasi administrative standart dan presentasi dengan powerpoint.
Jika para dosen berminat produk sudah bias dibeli ditoko2 komputer, untuk EEE PC 4G Asus produknya sudah ready stock, namun untuk UBUD 311 Zyrex kayaknya masih harus indent dulu.
Rabu, 09 April 2008
LaTeX
Sekedar ingin berbagi informasi lagi, saat ini saya sedang belajar menggunakan software LaTeX untuk menulis berbagai report-report di perkuliahan saya. Saya pribadi belum terlalu mahir dan masih taraf belajar menggunakannya. Mungkin sebagian teman-teman di STEI sudah menggunakannya dalam menulis modul, buku atau tulisan di jurnal ilmiah.
LaTex adalah salah satu software pengolah kata (wordprocessor) yang bisa didapatkan secara gratis di Internet. Untuk bisa menggunakan LaTex, 2 komponen ini harus terinstall:
1. Compiler. Download dan install Win32 TeX system yaitu MiKTeX (untuk Windows), atau TeX Live (untuk Linux).
2. Editor. Berikut beberapa editor Tex yang bisa digunakan untuk Windows ( TeXnicCenter, LyX, Texmaker, Xemacs, Winedt (shareware)). TeXnicenter biasanya digunakan oleh banyak orang. Sedangkan untuk Linux (Kile, LyX, Texmaker, Xemacs dan Vim).
Keuntungan menggunakan LaTeX diantaranya adalah menghemat waktu dan energi, terutama ketika bekerja dengan file berukuran besar dan persamaan-persamaan matematika. Sekarang ini penggunaan LaTeX tidak hanya di bidang sains, namun sudah berkembang juga di bidang lainnya seperti bisnis, sekretaris, dan media cetak.
Cara kerja LaTeX sangat berbeda dengan "Office Word Processor". LaTeX membolehkan kita focus kepada isi (content) dari dokumen tanpa banyak membuang waktu dalam typesetting dan tampilan halamannya (page layout). Input di dalam LaTeX adalah teks biasa dengan perintah-perintah (commands) yang menunjukkan struktur dari dokumen dan dibutuhkan simbol-simbol khusus. Untuk pertama kalinya kita akan berpikir bahwa LaTeX itu aneh dan terlalu sulit (bahasa Jawanya "njelimet" he he he). Tapi dengan banyak berlatih, maka LaTex jadi jauh lebih mudah dan menghemat waktu.
Untuk informasi lebih lengkap silangkan buka link di bawah ini:
http://www.astro.rug.nl/~kuijken/latex.html
http://www.jgsee.kmutt.ac.th/exell/General/LaTeX.html
http://www.ling.upenn.edu/advice/latex.html
http://www.jgsee.kmutt.ac.th/exell/General/LaTeX.html
http://www.ling.upenn.edu/advice/latex.html
Atau anda bisa mencari informasi lebih lainnya melalui http://www.google.be/
" Selamat mencoba..............."
Minggu, 06 April 2008
Boekenfestijn, 3-6 April '08, Maastricht, Netherland
Bagi pecinta buku yang tinggal di Belanda dan Belgia, acara festival buku tahunan yang rutin diselenggarakan di beberapa kota besar di Belanda dan Belgia sangat ditungu-tunggu. Karena kita bisa mendapatkan buku berkualitas bagus dengan harga murah meriah.Aneka jenis buku dari buku cerita anak-anak, novel, buku ilmiah di bidang Statistics, Marketing, Computer Science, Kedokteran, Physicology, Atlas, Kamus, dan buku ensiklopedia.
Festival buku ini bener-bener banting harga. Panitia memberikan potongan harga dari 60% sampai 90%. Mereka bisa memberikan harga sangat murah, karena langsung membelinya dari penerbit buku.

Kebetulan saya dan suami membeli buku Statistics and Computing: The Basics of S-Plus, Krause & Melvin, terbitan Springer. Kalau kita beli di Amazon, harganya US$48.80, di sini saya beli cuma 7 euro. Kalau ingin lihat bukunya di sini.
Buku lainnya yang dibeli adalah “Europe and The Europeans”, Dirk M. de Boer, dari harga US$45.00, di festival buku ini hanya 3.99 euro. Buku ini berisi jepretan foto-foto yang bagus disertai penjelasan tentang ciri khas tiap negara-negara di Eropa, menjadikan buku ini menarik untuk dibaca (lihat di sini).

Saya paling suka di bagian buku cerita dan ensiklopedi anak-anak, harganya sangat terjangkau, tapi sayangnya yang versi bahasa Inggris tidak banyak. Kalau buku anak yang berbahasa Belanda di rumah sudah terlalu banyak, jd kemarin anak-anak tidak banyak beli meskipun harganya murah-murah, sebagai gantinya mereka bisa pinjam secara gratis dari perpustakaan dengan ragam buku yang sama.
Selain buku, dijual juga berbagai perlengkapan alat tulis, mainan edukatif, kartu ucapan dan beberapa artikel lainnya, dan tentu saja dengan harga miring jika dibandingkan harga di toko.
Acara ini juga menjadi ajang kerja paruh waktu atau “part time” bagi pelajar dari Indonesia yang sedang studi di Maastricht. Lumayan untuk menambah uang saku he he he…
Untuk informasi lebih lengkap silahkan kunjungi websitenya di:
http://www.boekenfestijn.com/en/festijn.html
Langganan:
Postingan (Atom)
