Sabtu, 31 Mei 2008

Warta STEI Online GANTI NAMA Menjadi KABAR STEI!

Dalam rangka mendukung WARTA STEI versi cetak (offline) Pimpinan Bapak Sukasno yang menginginkan nama WARTA STEI ONLINE agar bisa menjadi milik WARTA STEI versi cetak (supaya seragam namanya!), dan supaya WARTA STEI baik cetak maupun online dapat berfungsi sebagai media komunikasi resmi di STEI, maka dengan ini diberitahukan bahwa situs http://www.wartastei.blogspot.com/ yang sebelumnya merupakan situs wartastei informal mulai per 1 Juni 2008 menjadi situs resmi WARTA STEI milik Bagian Publikasi STEI pimpinan Bapak Sukasno. Adapun Warta STEI Online yang sebelumnya merupakan media komunikasi informal warga STEI yang beralamat di http://www.wartastei.blogspot.com/ pindah ke http://www.kabarstei.blogspot.com/ per 1 Juni nanti. Semoga perubahan ini dapat dimaklumi bersama dan semua ini dilakukan semata2 untuk mendukung secara positif terlaksananya dengan baik proses komunikasi dan sosialisasi semua aktivitas akademis maupun non akademis di STEI melalui media yang dikelola oleh Bagian Publikasi STEI. Sehingga informasi yang akurat dan dapat dipercaya dapat di hasilkan oleh Bagian Publikasi STEI. Harapan kami semoga Bagian Publikasi STEI sukses menjalankan amanah untuk mendukung proses STEI yang lebih baik. SUKSES untuk semua!

Jumat, 30 Mei 2008

Laporan Seminar Ciawi (2)

Nyampe di Ciawi sekitar jam 11.00. Disambut dengan snack selamat datang di pinggir kolam renang. Snack sederhana, tapi bersahaja dan relevan menggambarkan kondisi krisis saat ini. Tiba-tiba Rasta dan pak Narso nyebur ke kolam renang. Saya menyaksikan dengan jelas, nyamuk-nyamuk di pinggir kolam berterbangan tak tentu arah. Dalam fikiran saya, nyamuk-nyamuk itu salah persepsi. Mereka fikir musuh bebuyutannya menyebur di kolam. Hingga menjelang Dhuhur acara bebas berlangsung dengan santai. Kopi dan rokok serta santapan ringan menemai peserta seminar yang berleha-leha di pinggir kolam. Sekali-sekali ketawa ngakak terdengar. Sayangnya, tidak ada ibu-ibu yang berani nyebur.

Habis shlat Dhuhur, makan siang dengan menu khas Sunda. Tidak ketinggalan ikan asin dan petai rebus. Menu utama ikan goreng dan ayam goreng, asesorisnya daun-daun muda. Makan siang berlangsung hikmat dan sedikit ngebut, tapi stok cukup banyak. Tidak perlu dikhawatirkan.

Acara seminar inti berlangsung jam 14.00, karena bu Nursanita Nasution baru nyampe. Namun sebelumnya diisi dengan Pembicara cadangan. Materinya banyak angka-angka, terlalu ilmiah, bikin pusing dan membosankan. Pertanyaan bagi Pembicara cadangan tersebut sedikit. Pertanyaan buat bu Nursanita sangat menarik dan rame. Informasi yang sifatnya off the record menjadi transparan di forum tersebut. Situasi sidang eksekutif–legislative dan keputusan-keputusan pemerintah dibahas dengan tuntas oleh Bu Nursanita. Mohon maaf, yang sifatnya off the record tadi tidak bias saya “udarakan” di blog ini. Dari hasil seminar, kita bisa sampai pada satu kesimpulan, persoalan rumit di Indonesia bersumber dari moral aparat birokrat yang rusak. Tidak terkecuali sebagian wakil rakyat. Oleh karena itu, janganlah masuk birokrat atau wakil rakyat, agar moralnya tidak tambah rusak. Hee….e.e.e. Pembicara yang satunya semakin menjadi tidak populer dan malahan menjadi pendengar yang serius.

Ketua Panitia

Laporan Seminar Dwibulanan Ciawi

Jumlah peserta yang berangkat dari STEI hanya 35 orang, atau 50 persen dari yang mendaftar. Beberapa teman yang membatalkan keikutsertaannya melapor pada Panitia lengkap dengan alas an-alasannya. Ada yang dua hari sebelumnya dan ada yang pagi-pagi sebelum berangkat. Banyak juga yang tanpa kabar berita. Janji berangkat jam 8.30 sampai ditunda menjadi 9.15.

Pada awalnya panitia sangat khawatir, karena pendaftar mencapai 70 orang, melebihi kapasitas kendaraan yang memiliki 59 tempat duduk. Sudah dipersiapkan, panitia akan membawa beberapa mobil pribadi. Bahkan ada niat untuk menambah porsi konsumsi.

Bagi panitia sih…. hal semacam ini sudah biasa dan tidak ada persoalan. Namun sayangnya, tempat duduk di mobil banyak yang kosong. Makanan sudah dipesan 75 porsi. Seandainya 3 hari sebelum keberangkatan membatalkan diri, panitia dapat memberikan jatah tersebut kepada karyawan. Mungkin karyawan banyak yang berminat. Dengan prilaku kita yang suka-suka, banyak terjadi pemborosan disana-sini. Padahal pada saat yang sama, orang lain mungkin sangat membutuhkan dan dapat memanfaatkannya.

Kawan-kawan….., tampaknya sepele tapi mungkin maknanya serius. Mengapa kita tidak memiliki komitmen terhadap janji yang telah kita buat sendiri dengan mendaftarkan diri? Bagaimana mungkin kita bisa komit dengan janji kita terhadap orang lain? Komitmen terhadap profesi, tempat kerja, lembaga tempat bernaung dan bahkan pasangan hidup, mungkin tak bisa diharapkan. Undangan resmi lembaga, berlalu tanpa bekas seperti debu ditiup angin. Kita selalu mendengungkan perubahan (change). Tapi kegiatan-kegiatan ilmiah terus merosot peminatnya. Ini mungkin perubahan gaya poco-poco, maju satu langkah mundur dua langkah.

Seperti biasa kawan-kawan, mari kita cari dimana letak kesalahan-kesalahan panitia. Heee…..eee…

Ketua panitia
Hamsar Lubis

Selasa, 27 Mei 2008

Seri Menulis (2)

IDE UNTUK MENULIS
Kadangkala, orang sulit menemukan ide untuk menulis. Semua rasanya sudah ditulis orang. Fikiran jadi buntu. Uraian ini adalah pendapat pribadi berdasarkan pengalaman. Mohon maaf, jika sedikit narsis. Tapi dijamin orisinal.
Untuk menemukan ide tulisan, (khusus non fiksi) ada baiknya fikiran kita di-set untuk menolak pendapat orang, berseberangan dengan opini umum, melawan arus, atau anti mainstream. Dari perbedaan pola fakir akan muncul ide baru. Jangan percaya pada opini, biarkan data dan fakta yang berbicara. Opini tidak selalu benar. Seringkali opini menyimpan misi. Usahakan berfikir berbeda dengan pendapat orang lain. Karena perbedaan pendapatlah, ilmu pengetahuan berkembang. Jika fikiran kita hanya mengikuti fikiran orang lain, buat apa berfikir. Ide bisa juga membuat penjelasan lain terhadap sebuah fenomena. Untuk itu, kita haru memiliki data yang bagus dan relevan serta struktur logika yang tajam. Tapi logika saja tidak cukup, harus didukung dengan bukti-bukti otentik. Jika sifatnya kritik, sifatnya harus membangun dan menawarkan solusi. Ide juga bisa muncul dengan mengamati berbagai fenomena.
Soal data, banyak sumber yang dapat dirujuk dari internet. Data harus dikeluarkan oleh lembaga resmi dan up to date. Data tidak perlu banyak-banyak, tapi tafsirkan dengan jitu. Data dan fakta yang berserakan di berbagai sumber, dikumpulkan, dirajut dan dianalisis dengan menggunakan logika ataupun teori-teori yang sudah dipelajari. Kita akan dapat menyorot sisi lain dari sebuah opini umum yang berkembang. Susun menjadi suatu alur fikiran yang menarik, utuh dengan pembahasan yang mendalam. Karena menyajikan sesuatu yang berbeda, tulisan menjadi menarik.
Jika tulisan mengikuti pola fikir umum yang sudah berkembang, untuk apa ditulis lagi. Tulisan seperti ini akan memenuhi tong sampah di kantor redaksi.

Selasa, 13 Mei 2008

SEMINAR DWIBULANAN DI CIAWI

Menindaklanjuti pengumuman yang telah disebar tanggal 12 Mei 08, tentang acara Seminar Dwibulanan di Ciawi, Panitia ingin konfirmasi ulang. Bagi Bapak/Ibu yang berminat ikut, mohon didaftarkan segera ke Bagian Penelitian dengan (1). Ali Sepudin, (2) Rasta, (3) Yenita dan (4) Hamsar Lubis. Sekaligus mohon konfirmasi apakah ikut rombongan Bis atau bawa mobil sendiri atau naik angkot sendiri (hee..ee). Mengingat tidak setiap waktu teman-teman dosen ada di tempat, maka lebih efesien Panitia membuka pendaftaran setiap waktu di Bagian Penelitian Lantai 2.

Bapak/Ibu boleh menyiapkan pakaian renang sendiri serta menyiapkan lagu untuk Karaokean. Mengingat tempatnya di Pesantren, maka jenis lagu akan disensor ketat. Diutamakan lagu-lagu Irama Padang Pasir. Heeee....e. Oh...ya, acara ini tetap berstatus resmi yang 'dipoles' dengan suasana santai. Mohon maaf, Panitia belum dapat menyediakan fasilitas bagi mereka yang ingin bawa keluarga. Singkatnya, undangan terbatas pada nama yang tertulis dalam undangan.

Ketua Panitia
Hamsar Lubis

Senin, 12 Mei 2008

LAPORAN BEDAH BUKU IV

Tadi pagi, pak Haries Hidayat telah mempresentasikan buku yang dibedahnya. Ada sekitar 30 buah slight, meskipun tidak semua sempat ditayangkan. Tadi malam, Pak Haies sampai jam 2.00 merampung sligt tersebut. Usaha keras yang layak kita hargai dengan menghadirinya. Terima kasih pak Haries, semoga kerja kerasmu mendapat balasan dariNya.

Vincent Garpers, penulis buku yang dibedah itu, telah menulis 33 buah buku. Buku yang dibedah pagi tadi adalah karya yang paling baru. Sebanyak 20 buah buku dari urutan terakhir diterbitkan oleh Gramedia, penerbit yang sudah memiliki reputasi. Rata-rata ketebalannya di atas 500 halaman. Rugi besar bagi teman-teman yang tidak menghadiri acara tersebut.

Peserta terus merosot tajam. Dari bedah buku pertama dihadiri sekitar 30 orang, kedua sebanyak 10 orang, ketiga 17 orang dan ke-4 hanya 11 orang. Jangan salahkan panitia, tapi yang salah adalah yang tidak hadir. Acara bedah buku memang hanya menarik minat mereka yang haus ilmu. Alam akan menyeleksi dan memberikan jalan bagi orang-orang yang ingin maju.

Senin, 05 Mei 2008

BEDAH BUKU IV

Bedah buku berikutnya giliran Bapak Haries Hidayat, SE, M.Si. Judul buku yang akan dibedah adalah, ORGANIZATIONAL EXCELLENCE, MODEL STRATEGIK MENUJU WORLD CLASS QUALITY COMPANY (terjemahan, 600 halaman). Acara diadakan pada:

Hari : Senin, 12 Mei 2008
Waktu : Jam 10 hingga selesai
Tempat : R 202 A

Bagi Bapak/Ibu yang berminat, datang aja ke acara tersebut, tanpa dipungut bayaran, malahan dapat sertifikat. Yang ingin ilmu, ingin sertifikat, ingin silaturrahmi, ingin sekedar ngopi-ngopi, ingin refresing, ingin melihat penampilan pak Haries, ingin berpaling dari rutinitas, lari dari masalah, lari kenyataan, menghindar sejenak dari pasangan, mari kumpul di acara tersebut. Haa..aa.

Ketua panitia

Hamsar Lubis