Jumat, 30 Mei 2008

Laporan Seminar Ciawi (2)

Nyampe di Ciawi sekitar jam 11.00. Disambut dengan snack selamat datang di pinggir kolam renang. Snack sederhana, tapi bersahaja dan relevan menggambarkan kondisi krisis saat ini. Tiba-tiba Rasta dan pak Narso nyebur ke kolam renang. Saya menyaksikan dengan jelas, nyamuk-nyamuk di pinggir kolam berterbangan tak tentu arah. Dalam fikiran saya, nyamuk-nyamuk itu salah persepsi. Mereka fikir musuh bebuyutannya menyebur di kolam. Hingga menjelang Dhuhur acara bebas berlangsung dengan santai. Kopi dan rokok serta santapan ringan menemai peserta seminar yang berleha-leha di pinggir kolam. Sekali-sekali ketawa ngakak terdengar. Sayangnya, tidak ada ibu-ibu yang berani nyebur.

Habis shlat Dhuhur, makan siang dengan menu khas Sunda. Tidak ketinggalan ikan asin dan petai rebus. Menu utama ikan goreng dan ayam goreng, asesorisnya daun-daun muda. Makan siang berlangsung hikmat dan sedikit ngebut, tapi stok cukup banyak. Tidak perlu dikhawatirkan.

Acara seminar inti berlangsung jam 14.00, karena bu Nursanita Nasution baru nyampe. Namun sebelumnya diisi dengan Pembicara cadangan. Materinya banyak angka-angka, terlalu ilmiah, bikin pusing dan membosankan. Pertanyaan bagi Pembicara cadangan tersebut sedikit. Pertanyaan buat bu Nursanita sangat menarik dan rame. Informasi yang sifatnya off the record menjadi transparan di forum tersebut. Situasi sidang eksekutif–legislative dan keputusan-keputusan pemerintah dibahas dengan tuntas oleh Bu Nursanita. Mohon maaf, yang sifatnya off the record tadi tidak bias saya “udarakan” di blog ini. Dari hasil seminar, kita bisa sampai pada satu kesimpulan, persoalan rumit di Indonesia bersumber dari moral aparat birokrat yang rusak. Tidak terkecuali sebagian wakil rakyat. Oleh karena itu, janganlah masuk birokrat atau wakil rakyat, agar moralnya tidak tambah rusak. Hee….e.e.e. Pembicara yang satunya semakin menjadi tidak populer dan malahan menjadi pendengar yang serius.

Ketua Panitia

3 komentar:

gatot mengatakan...

ngomong2 siapa pembicara cadangannya? dapat honor kan? :)

Hamsar Lubis mengatakan...

Pembicara utama saja tidak dapat honor, apalagi pembicara cadangan. Tidak dapat honor kan tidak apa-apa, dosen itu kerjanya mengabdi. Semoga dosen nantinya pada masuk sorga karena di dunia sudah lama menderita. Heee...e.e.e

Hamsar Lubis mengatakan...

Waktu Rasta sama pak Narso nyebur ke kolam renang, nyamuk-nyamuk pada takut. Mereka fikir yang nyebur itu sejenis kodok bangkong yang siap menerkam mereka dengan juluran lidanya. Heee....e.e.e. Fotonya unpublished. Biarlah hanya menjadi hiburan bagi mereka yang hadir.