Minggu, 24 Februari 2008

FASILITAS WARNET UNTUK MAHASISWA

Kebutuhan akan dunia telekomunikasi di tahun 2008 ini meningkat drastis.Mulai dari kebutuhan komunikasi suara maupun visual.Perang tariff antara telephone seluler kian gencarnya.

Kita sebagi konsumen akan telephone nirkabel ini bisa sedikit berlega hati dikarenakan perang tariff antar operator seluler.Dengan banyaknya pilihan yang menawarkan segala fasilitas multimedia dengan tariff yang murah.

Tidak beda jauh dengan kebutuhan akan internet, pencarian informasi di dunia maya terasa lebih memudahkan masyarakat Indonesia.Bagi mahasiswa yang aktif dalam pencarian tugas kuliah ataupun sekedar bersosialisasi di dunia maya internet merupakan kebutuhan wajib yang mendasar.

Warnet menjadi tujuan utama untuk melakukan aktifitas di dunia maya tersebut.Beberapa tahun yang yang lalu STIE Indonesia membuka layanan akan dunia maya tersebut dengan mendirikan warnet yang terletak di kampus D.

Penyediaan layanan internet tersebut dapat di gunakan oleh mahasiswa hanya dengan mendaftarkan NPK mereka ke warnet tersebut.Penggunaan internet tersebut bisa dilakukan dengan gratis karena sudah termasuk ke dalam uang kuliah yang mereka bayarkan.

Pencarian akan tugas-tugas melalui dunia maya terasa lebih mudah dengan adanya failitas yang di sediakan oleh pihak kampus.

Tapi hal tersebut ternyata tidak berlangsung lama, hanya berjalan beberapa semester dan selanjutnya mahasiswa harus membayar dengan tarif warnet normal (Rp.3.000).Kalau demikian adanya warnet yang berada dikampus D tersebut bukan merupakan fasilitas untuk mahasiswa !.

Warnet tersebut tak lebih sebuah bisnis berkedok fasilitas mahasiswa!

Lantas kemana uang kuliah yang kami bayarkan yang katanya termasuk dari fasilitas internet gratis tersebut…..???

Mohon kepada pihak pengelola kembalikan hak kami mendapatkan fasilitas internet gratis seperti dulu….!!!!

By : Teguh ( The Gons )

4 komentar:

Gatot Prabantoro mengatakan...

Buat mas Teguh, menurut saya seperti yang anda tulis, sebetulnya STEI sudah punya pandangan yang sama dengan anda, internet itu penting! Makanya dibuatlah Pusat Internet STEI.
Nah yang masih ga sama ya persepsi soal internet gratis itu, saya bukan pengambil kebijakan di STEI, tapi setahu saya yang anda bayar pada saat masuk kuliah itu sebesar 100 ribu adalah biaya membership untuk penggunaan internet selama 50 jam dengan batas waktu selama 1 tahun. Jadi kalo udah lebih dari setahun meskipun ga dipake setahu saya ya ANGUS=ILANG! Udah bener itu! Sapa suruh ga dipake! Nah coba cek lagi, jangan2 memang hak anda yang 50 jam internet selama 1 tahun sudah habis! Lain cerita kalo anda minta STEI menyediakan internet gratis! dicoba saja! he he
Setahu saya Warnet STEI dikelola langsung oleh Yayasan.

Anonim mengatakan...

Saya sudah konfirm di warnet stei bahwa layanan menjadi member sudah tidak ada lg.trus gmana nasib kita neh

Anonim mengatakan...

baiknya dikampus seperti stei ini (ditengah kota jakarta - ibukota negara, jumlah siswanya banyak, lembaga pendidikan, jaman informasi seperti ini pula) ada fasilitas hotspot gratis untuk para siswanya

Djoni T mengatakan...

Untruk mas Teguh, kalau hendak mengungkap atau memberi kritik tentang STEI sebaiknya lakukan pendalaman dulu terhadap masalahnya hubungi orang2 yang kompeten agar tidak bias. Dg dmkk protes yang ada sampaikan menjadi tajam tidak terkesan asal2an. Perhatikan komentar pa Gatot itu benar, dan saya saksi nya ketika rencana itu akan disosialisasikan (ketika itu saya Kepala Pusat Informasi yang membawahi Warnet).