Senin, 29 Desember 2008
Selamat Tahun Baru 1430H & 2009M
Senin, 22 Desember 2008
Baca, baca, baca...
Saya ingat waktu kecil (sd kelas 1) ayah saya selalu bawa in buku-buku cerita terbitan balai pustaka (zaman itu buku2 terbitan balai pustaka rasanya udah baguuuuus banget), kebetulan ayah saya pns di depdikbud (sekarang depdiknas yaaa)... hampir 200 judul buku...kebanyakan buku cerita, ada ensiklopedi sederhana, dan macam-macam lagi...semua buku saya baca habis...tapi ya udah lupa buku apa aja...kebanyakan isi cerita nya tentang pelajaran moral...ada buku judulnya uluran tangan bersarung emas tentang persahabatan, terus ada cerita tentang perjuangan keluarga transmigran, cerita tentang petualangan... saya masih ingat di rak buku yang sederhana di rumah....berderet deret buku buku itu...
Sampai sekarang membaca masih mengasyikan bagi saya... tapi memang ga selamanya membaca itu mengasyikan... menurut saya ada beberapa kategori membaca:
1. Reading for knowledge
Membaca dalam kategori ini biasanya kita lakukan untuk menambah pengetahuan akademik... dan buat kebanyakan orang ini ga ada asyik-asyik nya malah mungkin sedikit terpaksa... bayangkan misalnya dalam kuliah master.. untuk satu tatap muka kita dibebankan untuk membaca, meringkas, memahami paling sedikit tiga jurnal penelitian, satu bab dan satu artikel bebas... semuanya harus siap begitu akan masuk kelas... nah kalo kayak gitu ada asyiknya ga? Menurut saya sih ada.... adalah suatu tantangan untuk bisa membaca dan tidak sekedar membaca tapi sampai tahap memahami... wah kalo itu bisa kan rasanya nyaman sekali waktu di kelas karena kita sudah ada bekal... idealnya dalam mengikuti perkuliahan apa pun itulah yang seharusnya kita lakukan... (Wah tapi saya jarang sekali mendapatinya di mahasiswa-mahasiswa saya...)
Membaca jenis ini banyak sumber...bisa buku-buku text book, buku-buku tentang teknologi, ensiklopedi...dll
2.Reading for your soul
Bahan bacaan nya biasanya buku-buku ruhiyah...buku-buku motivasi...yang selalu menyentuh hati... buku-buku jenis ini ada yang easy reading tapi banyak juga yang satu paragrafnya harus dibaca berulang-ulang kali baru kita pahami maksudnya... membaca buku ini kadang saya ga konsisten baca per bab tapi lihat daftar isi nya terus baca bab yang mau dibaca... buku-buku ini menjadi oase di tengah hingar bingar dunia... menjadi penjernih pikiran di kala mumet mikirin mahasiswa ga mau belajar, misalnya :)... yang terpenting membaca buku ini ya follow up nya...
3. Reading for fun
BACA NOVEL = fun... yups... jalan cerita, tokoh-tokoh dalam novel, imajinasi... totally fun!! Kalo udah baca novel rasanya sayang untuk meninggalkan lembar demi lembar halaman.... penasaran mau tahu akhir cerita... novel terakhir yang baru selesai saya baca Eclipse - Stephanie Meyer... novel ini buku ketiga dari tetralogi (Twilight - udah dibikin film, New Moon, Breaking Dawn) ceritanya sih "aneh" kalo menurut saya...kisah seorang gadis yang jatuh cinta ma vampire ganteng.... aduh biar ganteng tapi kan udah mati yaaaaa... ya tapi apa pun anehnya... namanya juga just for fun yang dicari pasti sisi menyenangkannya...misalnya waaaah klo punya suami ganteng, kaya, protektif kayak si vampire itu..asyik kali yaaa..he..he..
Nah..silakan dipilih aja kategori yang ada...or mau nambah kategori juga boleh... saya ga bikin prioritas dari kategori tadi... mungkin apa yang kita baca bisa masuk dalam tiga kategori sekaligus... misalnya novel ayat-ayat cinta.... membacanya kita jadi tahu budaya mesir (for knowledge), dari sana kita merasakan keagungan cinta yang didasarkan pada kecintaan pada illahi (beda lho sama filmnya), that's for our soul, n for fun kita bisa pilih mau mengandaikan sebagai Fahri, Maria..or...else...
Ada satu kategori yang tidak masuk kategori, yaitu reading for nothing...kategori yang ini kasian yang baca...karena dia ga dapat apa-apa dari bacaannya... kegiatan membaca harusnya "meninggalkan bekas yang baik"... kalo ternyata ga ada "bekas" nya wah...cuma dapet cape doang...kasiaaaaaaan.... apa pun bacaannya apa pun tujuannya...dari bacaan pasti akan menambah sesuatu dalam pikiran kita... jadi kalo udah baca tapi ternyata ga dapet apa-apa... kan kasian...
Jumat, 19 Desember 2008
UPM - Behind the scene...
Semester depan UPM (kalo masih direkomedasikan untuk dilanjutkan) akan ganti nama menjadi UJIAN STANDARISASI MUTU pergantian nama sudah dijelaskan dalam posting an nya p haris sebelumnya....mudah2an berjalan dengan lebih baik...
Beberapa hal yang menjadi catatan kami dalam pelaksanaan UPM semester ganjil 2008/ 2009, antara lain:
- Kami lupa bikin berita acara UPM nya...baru diingatkan oleh Bapak Yusuf Maksudi...o ya ya...makasih pak input nya
- Secara keseluruhan UPM dimulai tepat waktu...walau pun sempat ada petugas pengawas yang belum datang (tapi cuma dua orang, yang satu segera di ganti, yang satu lagi ga lama kemudian sampai di tempat walau pun agak telat)
- Peserta mencapai 1131 orang...dan berjalan tertib...wah kalo nanti 8 mata kuliah di USM kan...bisa lebih banyak lagi...
- Beberapa mahasiswa ada yang tidak membawa kartu identitas...dan kami belum menentukan sampai "mau di apa kan"... kalo di suruh pulang lagi kan ga mungkin...jadi kebijakannya ya mereka bikin surat pernyataan...malah sama p haris diminta 3 orang saksi yang menyatakan bahwa mhs tersebut adalah benar orang yang bersangkutan (bikin stress aja pak...)
- Honor pengawas cash and carry... :) (kurang banyak ya pak??)...wah jurusan banyak duitnya nih...bisa bayar honor on the spot...
- Ada yang usul pake seragam biar lebih serius...wah kalo ini ga dijamin pak...kalo ujian kayaknya lebih penting pake otak daripada pake seragam (tapi ya mungkin bisa dipertimbangkan)...saat ini mahasiswa peserta UPM "sudah cukup serius" dan mereka sudah cukup nervous juga menghadapi UPM...kalo ditambah harus pake seragamm...tambah repot dehhh
- Beberapa mahasiswa "tertangkap basah" bawa catatan hand made buat mereka pasti ada treatment sendiri...
Akhirnya terima kasih buat semua yang sudah banyak bantu pelaksanaan UPM ini...makasih BS an nya ya paaakk...(pak siapa yaaaa...).... staf jurusan (siapa lagi kalo bukan bu widi ma pa solihin) yang turut menyiapkan UPM ini dengan baik...
Masukan dan saran kami tunggu...supaya pelaksanaan di waktu mendatang lebih baik lagi... jika ada kesalahan dan kekurangan...kami mohon maaf...
Minggu, 14 Desember 2008
MENOLAK BIDADARI....(helvytianarosa)
Sungguh, saya tak pernah benar-benar tahu, apa kesan suami yang paling dalam tentang saya. Saya pernah berpikir mungkin saya bukan perempuan yang terlalu istimewa baginya karena sepanjang hidupnya suami saya banyak bertemu perempuan hebat: cantik, pintar, keturunan baik-baik dan tentu juga sholihat. Jadi berapa nilai saya sebenarnya di matanya?
Namun menyadari bahwa ia toh memilih saya, tentu ada sesuatu pada saya. Dulu, ketika baru menikah ia pernah bilang bahwa kelebihan saya dibandingkan banyak perempuan lain yang ia temui, yang sangat menonjol adalah karakter saya yang kuat. Waktu itu saya hanya mengernyitkan kening sembari tersenyum. Karakter? Kuat?
Suami saya orang yang sangat baik hati.
"Tapi maaf ya sayang, aku tidak romantis," ucapnya yang rata-rata saya dengar setahun sekali ;).
Ya, ia misalnya, tak pernah mengajak saya pergi berlibur berdua di suatu tempat terpencil nan indah, atau membawakan seikat atau setangkai saja bunga. Ia juga tak pernah menciptakan puisi walau sebaris untuk saya. Candle light dinner? Pernah, dua kali dalam 12 tahun ;D. Tapi bagaimana pun, saya tahu ia selalu mencintai saya. Ia selalu siap untuk saya...meski ia jarang menyatakan secara lisan....
Namun begitulah perempuan, bukan? Selalu ingin tahu setiap saat. Hari ini sebesar apa cintanya padaku? bagaimana kesannya padaku? Apakah lebih baik dari kemarin? Bertambah? Berkurang?
Saat-saat kami berdua, saya sering mencoba menangkap sesuatu di matanya: diri saya. Sedalam apa saya menghunjam di mata, juga batinnya? Sejauh mana saya mampu mengesankannya? Seluas apa cintanya...?
Begitu juga, beberapa hari lalu, saat kami pulang bersama. Waktu-waktu seperti itu kami pakai untuk berdiskusi soal anak-anak, pekerjaan, keluarga besar..., dan yang lainnya, seraya mata saya terus lekat menatap matanya. Lagi-lagi: selalu mencari saya...
Ah, hari-hari kami memang berlalu begitu cepat. Tiba-tiba pernikahan kami sudah menjelang tahun ke 13. Limpahan kebahagian menyergap, meski kadang ada saja sandungan yang harus kami hadapi, yang kami harap dapat lebih mematangkan cinta kami....
"Sebenarnya, apa sih kesan terdalam Mas terhadap aku?" tiba-tiba saja kata-kata tersebut meluncur dari mulut saya, malam itu. Saya sempat terkejut sendiri.
Mas tersenyum.
Saya terdiam. Salah tingkah.
Sekitar kami hening. Hanya deru mesin mobil.
"Maaf ya, Mas..., gini hari nanyanya kayak orang pacaran...," kata saya lagi.
Mas masih tersenyum. Saya makin salah tingkah.
"Kemarin ketika sholat di masjid, ustadz yang berceramah menyampaikan tentang bidadari-bidadari yang akan diberikan Allah, yang akan menjadi istri para lelaki beriman di surga nanti....
"Iya...terus?" tanya saya. Saya ingat hadits itu...berapa bidadari? Puluhan?
"Bunda tahu, aku berharap aku tak mendapatkan para bidadari itu. Aku hanya ingin bersama bunda, menjadi suamimu di dunia dan di surga nanti...."
Hening lagi. Beberapa mobil melintas, Sorot lampu bergantian menyergap kami.
Lalu lidah saya kelu. Sebentar lagi airmata saya akan tumpah. Saya tahan sebisa saya.
"Itulah kesanku untuk bunda...," ujarnya pelan. Ia tumpukan tangan kirinya di atas tangan kanan saya. Membelai tangan saya lembut.
Saya tersenyum dalam diam. Kalau tak di dalam mobil, mungkin sudah saya peluk ia erat-erat. Ah, ia tak perlu tahu, airmata saya jatuh juga....Itu kata-kata paling romantis yang pernah saya dengar di dunia ini!
Malam ganjil di bulan Ramadhan yang berkah. Sebait doa saya kirim ke petala langit. Semoga kami berdua dan anak-anak selalu bersama. Selalu bersama di dunia dan di akhirat. Selalu bersama....ya, lebih lama dari selamanya....amiiin
Jumat, 12 Desember 2008
Operasi Memperbesar Alat Vital Tak ada Gunanya
Seks adalah suatu kegiatan yang tak bisa dinilai dengan uang. Demi mendapatkan kepuasan seks seseorang rela melakukan apa saja. Dari mengkonsumsi obat kuat hingga memperbesar alat vital.
Salah satu hal yang sering dilakukan oleh pria adalah memperbesar "Mr. P" dengan jalan operasi. Namun sayangnya, beberapa pria yang menjalani operasi ini merasa tak puas dengan hasilnya.
"Untuk pasien yang secara psikologi bermasalah dengan ukuran 'Mr. P', tak terlalu penting juga menjalani operasi. Karena itu (operasi) tak akan membuat perubahan," ungkap Nim Christopher seorang urologis London.
Christopher dan rekan-rekannya mengadakan penelitian langsung terhadap 42 pria yang menjalani operasi ini. Hasilnya, kebanyakan dari mereka merasa tidak puas.
"Rata-rata hanya bertambah panjang 1,3 cm. 70% dari mereka yang melakukan operasi tidak puas dengan hasilnya," tambah Christopher.
Dari pada melakukan operasi, lebih baik mereka melakukan bimbingan psikologi. Dipercaya pendekatan secara psikologi terbukti lebih efektif untuk menambah percaya diri pria saat menggunakan 'Mr. P'.
Kehebatan seorang lelaki di ranjang tak selalu diukur dari besar atau tidaknya "Mr. P". Tapi bagaimana melakukan kegiatan seks bersama istri Anda senyaman mungkin.
Kalaupun terlihat perbedaan setelah melakukan operasi atau pembesaran alat vital dengan mengunjungi ahli pijat seperti Mak Erot, hasilnya pun hanya terlihat sesaat. Banyak pria yang mengeluhkan selama beberapa waktu setelah operasi, ukuran "Mr. P"-nya akan kembali seperti semula bahkan lebih kecil. Size doesn't matter, yang penting kan fungsinya!. Tetap “Mack nnyyoooossseesss”.
Jumat, 05 Desember 2008
UJIAN PENGENDALI MUTU GANTI NAMA "UJIAN STANDARISASI MUTU" (USM)
Agar seluruh pihak paham dan MAKLUM.
INTEPRETASI ATAS DESENTRALISASI
APAKAH PERLU MELAKUKAN DESENTRALISASI ATAU TIDAK ?
Permasalahan mengenai desentralisasi banyak dihadapi oleh perusahaan pada saat ini. Desentralisasi sendiri merupakan salah satu dimensi restrukturisasi organisasi yang mendapat banyak perhatian. Pertama desentralisasi dipandang sebagai sebuah sikap filosofi dan sebagai sebuah tanggapan perilaku untuk memenuhi kebutuhan lingkungan. Yang kedua adalah bahwa desentralisasi yang efektif memerlukan persiapan atas struktur organisasi yang cocok yang terdiri dari pengukuran kinerja dan aturan main.
PENGERTIAN DESENTRALISASI
Istilah desentralisasi digunakan dalam banyak bidang. Namun demikian terdapat pengertian yang dianggap paling terkenal yang pada intinya menjelaskan bahwa organisasi yang bersifat desentralisasi berarti keputusan didelegasikan oleh manajemen tingkat atas kepada tingkat bawah dari pihak yang berwenang.
Melihat makna tersebut, seakan-akan merupakan hal yang mudah, namun demikian pada faktanya merupakan hal yang sulit. Hal ini dikarenakan konsep atas sebuah keputusan yang jelas merupakan hal yang rancu. Kesulitan dari desentralisasi itu senditri juga terletak pada jenis keputusan yang perlu didelegasikan atau didesentralisasikan.
Kesulitan-kesulitan tersebut pada akhirnya menyebabkan semakin rancunya pengertian yang diinginkan dari desentralisasi. Oleh karena itu, yang ditekankan adalah jenis perilaku yang diinginkan organisasi atas manajernya.
LINGKUNGAN SEBAGAI PENENTU DESENTRALISASI
Para penganjur desentralisasi biasanya mengemukakan hal-hal berikut sebagai keunggulan atau keuntungan yang didapatkan yaitu sebagai berikut :
- Membebaskan manajemen tingkat atas untuk memusatkan perhatian pada keputusan strategik jangka panjang daripada keputusa operasional. (baca Organizational Excellence; Model Strategik Menuju World Class Quality Company, Prof. Dr. Vincent Gaspersz. Vincent menunjukkan 80% organisasi yang tidak berhasil akibat manajemen puncak disibukkan oleh kebijakan-kebijakan operasional/day-to-day daripada strategi jangka panjang)
- Organisasi dapat bereaksi secara cepat dan efektif pada masalah karena yang berada paling dekat pada masalah tersbut mempunyai lebih banyak informasi sehingga dapat menanggapi secara lebih baik.
- Sistem yang tersentralisasi tidak dapat menangani semua informasi yang rumit untuk membuat keputusan yang baik.
- Menyediakan lahan yang baik untuk pelatihan calon manajemen tingkat atas
Hal-hal diatas, walaupun benar secara mendasar, namun lebih berupa akibat daripada sebab dari desentralisasi itu sendiri. Teori manajemen tradisional sendiri tidak mampu menjelaskan hal ini. Namun, berdasarkan beberapa penelitian empiris, didapati adanya korelasi antara ukuran dan desentralisasi.
MEMILIH STRUKTUR
Untuk mengimplementasikan desentralisasi, sebuah organisasi harus memilih struktur yang paling sesuai. Membuat peraturan dan mengukur kinerja yang didesentralisasi. Pilihan untuk menentukan struktur yang paling sesuai memerlukan dua keputusan kunci yaitu bagaimana memilah tugas / keputusan pada organisasi dan jenis sistem akuntabilitas apakah yang diperlukan untuk sumber daya dalam menjalankan tugas atau keputusan yang beragam.
MENETAPKAN PERATURAN
Memilih struktur yang tepat merupakan langkah pertama untuk desentralisasi. Hal lain yang tidak kalah penting adalah mengembangkan peraturan yang meliputi operasional dan prinsip yang akan mengatur hubungan antara pusat dengan unit lainnya.
Hal yang penting dalam desentralisasi adalah menetapkan hal apakah yang perlu didelegasikan pada sub-unit dan mana yang tidak. Terdapat enam panduan yang mungkin menjelaskan praktek terkini yang dapat berguna bagi proses desentralisasi. Hal-hal tersebut adalah pemanfaatan bakat khusus, skala ekonomi, keseragaman, hasil yang berlanjut, kerangka waktu, dan memberi semangat untuk meneliti.
Bagi sebuah peraturan, menetapkan perilaku yang diharapkan dari pusat bagi manajer sub-unit dalam menjalankan kegiatannya merupakan salah satu tujuan dan fungsi dari adanya peraturan itu sendiri. Terdapat beberapa pilihan dalam membicarakan norma yang diinginkan. Yang paling penting adalah sosialisasi, spesialisasi, standarisasi, dan formalisasi.
Aspek yang perlu ditambahakan untuk membuat sebuah peraturan yang baik adalah aspek yang mengatur hubungan antar unit. Hal ini karena ada tingkat kebebasan yang memperbolehkan unit mencari input bagi unitnya dengan mencari di pasar atau mengandalkan unit lain yang masih berada dalam satu perusahaan. Hal semacam ini perlu diperhatikan karena merupakan hal yang potensial menimbulkan masalah atau keuntungan bagi perusahaan itu sendiri.
Menghadapi hal itu, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pilihan unit tersebut. Faktor-faktor tersebut antara lain :
- Ketersediaan Pasar Eksternal
- Kebebasan Strategik
- Kurang lengkapnya Harga
- Ketersediaan Pilihan Akhir
Selain faktor-faktor tersebut, harga transfer juga diperlukan untuk mempromosikan perilaku tertentu yang diinginkan. Biasanya, organisasi menjalankan lima jenis harga transfer yaitu harga pasar, harga biaya plus, harga variabel, harga negosiasi, dan harga arbitrase.
MENGUKUR DAN MENGEVALUASI KINERJA
Langkah terakhir dari desentralisasi adalah menetapkan sistem untuk mengevaluasi dan menghargai kinerja. Harmonisasi tujuan antara manajemen tingkat atas dengan manajemen terdesentralisasi dianggap sebagai alasan utama dari evaluasi kinerja desentralisasi. Pengukuran kinerja biasanya mengarah pada harmonisasi tujuan berdasarkan hal-hal seperti tingkat pengendalian, kelengkapan, pemisahan evaluasi kegiatan dan manajerial.
(TULISAN INI ADALAH TUGAS PAPER SAYA WAKTU DI S2



