Rabu, 26 November 2008

"KENAPA HARUS SAMA"

Terima kasih buat ka. prog S-1 & D-3 akt, dosen-dosen, mahasiswa terutama pengurus HMJ akuntansi yg senantiasa mendukung & mengkritisi strategi & program jurusan. kami berusaha menjalankan program yang tertuang dalam borang (terutama dalam evaluasi diri/ SWOT analisis). Akreditasi A meningkatkan motivasi kami untuk menunjukkan kualitas kami yg sesungguhnya bukan terbatas pd "lembaran kertas" yg disebut borang akreditasi. "Dikti malah menginginkan tiap department/Jurusan memiliki otonomi dlm pengelolaan termasuk masalah keuangan" (saya tdk se-extrem itu dlm mendorong perubahan model manajemen STEI saat ini entah ke depan).
Jadi kenapa tidak kompak ?. itu bukan masalah, kondisi tiap orang, tiap prodi & tiap jurusan berbeda. Kenapa harus sama !!!. Kalau sama berarti seluruh strategi & program didesain dari atas dan kita hanya pelaksana. Padahal jurusan & Prodi adalah UNIT BISNIS yang "berkewajiban" menyusun strategi bisnis unit dan program disesuaikan/ selaras dengan "Corporate Strategy" (dlm hal ini Rencana Induk Pengembangan / RIP STEI).
Di era sebelumnya hal ini "sangat tabu" karena memang semuanya "APA KATA KETUA". Enak memang pejabat-nya saat itu yg hanya berujar "menunggu petunjuk Bapak". Saat ini adalah era anak muda (sbg generasi pembaharuan), lingkungan berubah, kompetisi makin sengit, apakah kita akan tetap mempertahankan model manajemen seperti itu. Kajur, ka.prog harus aktif mendesain strategi dan program sesuai kebutuhan unitnya masing-masing. Yang akibatnya mungkin terjadi program tiap prodi & Jurusan akan berbeda.
Jadi "MENGAPA KITA HARUS SAMA" PADAHAL SEHARUSNYA MEMANG BERBEDA KARENA BEDA ORANG, BEDA UNIT KERJA DAN BEDA MASALAH YG DIHADAPI. Banyak yg beranggapan saya adalah orang "anti sentralisasi", memang anggapan tsb tidak sepenuhnya salah, namun saya mencoba membuat pembaharuan dengan mendorong de-sentralisasi. Dengan desentralisasi mendorong manajer berpartisipasi dlm perencanaan dan evaluasi. Kami hanya mencoba mumpung ada dlm sistem jadilah "Agent of change" bukan mengikuti apa yang diwariskan oleh kami dari pendahulunya.
APakah pendapat dan sikap saya ini benar !!!!, hanya waktu yg membuktikannya.

5 komentar:

Lies Zulfiati mengatakan...

mudah2an semangat untuk senantiasa memperbaiki mutu pendidikan selalu ada...perbedaan mendorong kita untuk berpikir positif dan kreatif...terima kasih juga buat kajur akuntansi...

gatot mengatakan...

wah pak Haris pake acara dukung mendukung kayak partai aja!
kalo gitu saya ikut mendukung semangat pak Haris untuk tampil beda!
betul pak kita gak boleh asal ikut2an atau tergantung pada pihak2 tertentu (misal atasan), sistem dikatakan baik bila tidak ada ketergantungan pada individu2 tertentu! karena ada dasar arah, tujuan dan prosedur yang jelas! jadi kalo sebuah sistem masih tergantung pada pihak2 atau individu2 tertentu berarti sistem tersebut belum berfungsi dengan baik! sebagai misal : kalo pak Haris gak ada ditempat apakah proses di jurusan akuntansi bisa tetap jalan? kalo iya artinya bagus itu! kalo gak ya artinya sistemnya belum bagus tuh!
oh ya pak Haris! desentralisasi atau sentralisasi tergantung pelaksanaannya! karena kenyataannya desentralisasi banyak menciptakan raja2 kecil yang mau2nya sendiri! he he ..

Djoni T mengatakan...

SELAMAT .......
BUATLAH INOVASI YANG BRILIAN
LAKUKANLAH / TERAPKAN INOVASI SECARA BENAR DAN BERTANGGUNG JAWAB
' BE ONE STEP AHEAD '

Hamsar Lubis mengatakan...

Desentralisasi itu bagus, tapi jangan kebablasan. Kalau setiap bagian bertindak sendiri, lalu untuk apa posisi Ketua. Desentralisasi pekerjaan harus diikuti dengan desentralisasi anggaran. Salut buat Haris yang mampu beinovasi tanpa anggaran. Saya takut, nanti Jurusan Akuntansi memisahkan diri menjadi Akademi Akuntansi Indonesia (AAI) jilid dua. Hee...eee...

Pa' Djon mengatakan...

DUKUNGAN ANGGARAN MUTLAK UNTUK TERLAKSANANYA SEBUAH GAGASAN .... HAL INI JUSTRU MERUPAKAN TANTANGAN UNTUK PIMPINAN . INGIN SESUATU YANG BARU ATAU MAU JALAN DI TEMPAT .... MAJU TERUS ! ! !